Jumat, 13 Desember 2019

Charlie Brown Christmas


Charlie Brown merupakan seseorang anak yang malang namun banyak disenangi banyak orang. Bagaikan seseorang anak, Charlie mempunyai harapan serta semangat yang tidak kunjung surut, namun pada kesimpulannya dikalahkan kecemasan serta kekurangannya. Dia pula kerap didominasi serta dimanfaatkan oleh rekan- rekan sebayanya. Sifat- sifat tersebut dengan gampang dapat dilihat dari regu bisbol yang dimilikinya. Dalam regu tersebut, Charlie Brown merupakan manajer regu sekalian pelempar bola( pitcher), namun timnya terus menerus kalah( catatan bertanding mereka konon 2 kali menang 930 kali kalah). Kemenangan 2 kali melawan regu lawan pula didapat dari menang tanpa bertanding sebab anggota regu lawan lagi sakit. Meski demikian, regu bisbol tersebut dapat menang jika Linus yang berperan bagaikan pitcher kala Charlie lagi tidak terdapat. Keahlian Charlie senantiasa jadi bahan ejekan, bola yang dilemparnya tentu kena jam, ataupun Charlie sendiri yang terserang bola. Anggota regu Charlie nyaris seluruhnya payah, hanya Snoopy sendiri yang pandai main bisbol.
Meski tidak sering terjalin, Charlie pula" sempat" sukses dalam suatu, namun keberhasilan tersebut jadi menurun maksudnya akibat terdapatnya peristiwa lain. Kala Charlie memenangi piala bowling, misalnya, panitia salah menulis nama belakangnya. Dia pula suka bermain layang- layang, namun kerap diejek sebab layang- layangnya kerap tersangkut serta" dimakan" Kite- Eating Tree( tumbuhan pemangsa layang- layang).
Lucy van Pelt memberinya julukan" blockhead"( sang tolol), meski kepala Charlie nampak nyaris bundar( translasi literal" blockhead" merupakan" kepala kotak"). Kala masa gugur datang, Lucy memohon Charlie buat menendang bola lonjong buat sepak bola Amerika. Tetapi, dalam seluruh strip novel Peanuts, Charlie dikisahkan tidak sempat sukses menendangnya.
Di kepala Charlie Brown cuma digambar sedikit rambut keriting di bagian dahi, serta sedikit rambut di kepala bagian balik. Pembaca bisa jadi melihatnya bagaikan anak botak, namun Charles Schulz menarangkan kalau rambut Charlie sangat tipis, serta dipotong sangat pendek, sehingga tidak nampak jelas.[2] Dalam cerita kerap dikisahkan tentang rambutnya, ataupun kala rambut Charlie baru dipotong. Dalam benak Snoopy, owner dirinya merupakan" anak yang berkepala bundar itu".
Charlie Brown merupakan tokoh yang telah mencuat kala strip novel Peanuts semenjak tahun 1950. Schulz senantiasa menggambar Charlie supaya senantiasa nampak sama. Pada awal mulanya, kaus yang dipakai Charlie tidak bermotif. Dia baru mengenakan kaus bergaris- garis yang jadi karakteristik khasnya pada tahun awal pemuatannya biar corak novel Peanuts jadi lebih meriah. Kala baru ditampilkan( 3 November 1950), Charlie menghadirkan dirinya bagaikan anak yang baru saja" berumur 4 tahun". Sepanjang 2 dekade selanjutnya, usianya terus meningkat jadi 6 tahun( 17 November 1957) serta" 8 separuh tahun" pada bertepatan pada 11 Juli 1979. Dalam bermacam peluang, umur Charlie kerap diucap kira- kira 8 tahun.
Pada masa awal mulanya, Charlie Brown ditafsirkan lebih tegas serta lebih suka melucu dibanding sifatnya di setelah itu hari. Tadinya, Charlie suka mengerjai sahabatnya sesama Peanuts. Dalam sebagian peluang, dia pula ditafsirkan memiliki ikatan yang agak romantis bersama Patty serta Violet. Dalam perkembangannya, Charlie Brown diganti bagaikan kepribadian yang pilu, serta senantiasa merasa dibudaki dalam soal pemeliharaan Snoopy.